Mrayun, Sale – Pemerintah Desa Mrayun bersama Panitia Sedekah Bumi Tahun 2026 mengundang seluruh masyarakat untuk turut serta memeriahkan rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Desa Mrayun Tahun 2026 yang akan mencapai puncaknya pada Minggu Kliwon, 12 Juli 2026. Mengusung tema "Melestarikan Tradisi, Mempererat Persaudaraan, dan Mensyukuri Hasil Bumi", kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi sedekah bumi merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa yang sarat dengan nilai religius, gotong royong, dan kebersamaan.
Sedekah Bumi bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, memperkuat semangat persatuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya desa. Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi muda.
Rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Desa Mrayun Tahun 2026 telah disusun dengan memadukan unsur olahraga, keagamaan, seni budaya, hingga hiburan rakyat. Kegiatan diawali dengan Turnamen Volly pada Sabtu, 4 Juli 2026 di Lapangan Volly Desa Mrayun. Selanjutnya, pada Minggu, 5 Juli 2026, masyarakat akan mengikuti Jalan Sehat dengan rute dimulai dari Pasar Mrayun dan berakhir di Lapangan Sepak Bola Desa Mrayun.
Menjelang puncak acara, pada Sabtu, 11 Juli 2026, akan dilaksanakan Tasyakuran di Makam Sendang Gede sebagai bentuk doa bersama memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga desa. Pada malam harinya, masyarakat akan disuguhi lantunan Rebana yang bertempat di Balai Desa Mrayun sebagai bagian dari syiar keagamaan sekaligus hiburan bernuansa Islami.
Puncak peringatan Sedekah Bumi akan berlangsung pada Minggu Kliwon, 12 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan Tumpengan di kawasan Makam Sendang Gede yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Setelah itu, kemeriahan akan berlanjut dengan pagelaran seni tradisional Ketoprak Wono Budoyo di Pasar Desa Mrayun yang diharapkan mampu menghibur masyarakat sekaligus melestarikan kesenian tradisional Jawa.
Rangkaian kegiatan masih akan berlanjut pada Sabtu, 18 Juli 2026, melalui Festival Anak Islami Mrayun yang diselenggarakan di Masjid Baitusshomad Desa Mrayun. Festival ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman sejak usia dini.
Sebagai penutup seluruh rangkaian Sedekah Bumi Tahun 2026, akan diselenggarakan Pengajian Umum bersama KH. Rojih Ubab Maimoen pada Sabtu, 15 Agustus 2026 di Balai Desa Mrayun. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Pemerintah Desa Mrayun mengajak seluruh warga, baik yang berada di desa maupun yang sedang merantau, untuk hadir dan berpartisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan. Kehadiran masyarakat menjadi wujud nyata dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap tradisi yang telah menjadi identitas Desa Mrayun selama bertahun-tahun.
Melalui penyelenggaraan Sedekah Bumi Tahun 2026, diharapkan semangat gotong royong, persaudaraan, serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa semakin tumbuh di tengah kehidupan masyarakat. Tradisi yang diwariskan oleh para leluhur ini bukan hanya menjadi kebanggaan Desa Mrayun, tetapi juga menjadi warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan untuk generasi yang akan datang.
Mari bersama-sama hadir dan meriahkan Sedekah Bumi Desa Mrayun Tahun 2026. Dengan kebersamaan, kita lestarikan tradisi, perkuat persaudaraan, dan syukuri setiap nikmat hasil bumi yang telah dianugerahkan kepada Desa Mrayun.